Burger King x Casey Neistat, Best Digital Marketing Stunt in 2019?

Casey Neistat Merasa Dimanfaatkan oleh Kampanye Digital Marketing Burger King!?

Essentials.id – Casey Neistat baru saja mengeluarkan video terbarunya yang “mendeskreditkan” kampanye digital marketing Burger King! Apa yang sebenarnya terjadi? Mari kita memundurkan waktu beberapa saat dan melihat semuanya secara kronologis.

Sekitar seminggu yang lalu, akun Burger King di Amerika Serikat memulai kampanyenya dengan memberikan “like” ke beberapa Tweet lama (tahun 2010) dari beberapa influencer besar, termasuk di dalam list nama influencer tersebut: Casey Neistat.

Siapa Casey Neistat?

Untuk kalian yang belum mengenal Casey Neistat, Youtuber ini merupakan Youtuber yang sangat berpengaruh di Amerika serikat dan bahkan dunia. Sebagai salah satu pelopor vlog harian atau yang biasa dikenal dengan “daily vlog” dengan kualitas cinematic yang membuatnya saat ini memiliki lebih dari 10 juta subscriber dan hampir 2.5 miliyar views dengan pendapatan antara USD 6.8k- 109.5k per bulan.

socialblade.com

Back To The Point

Tentu saja random like pada Tweet lama para inluencer ini mengundang “tanda tanya” dan mereka dengan cepat melakukan re-tweet terhadap hal tersebut.

Tentu saja dengan “tidak lupa” mentautkan tweet mereka pada akun Burger King.

Genius Start!

Yup, jenius! Karena tidak lama setelah itu, Burger King memperkenalkan kembali produk klasik mereka dari tahun 2010, Funnel Cake Fries.

Tapi Tidak Sampai Sini Saja

Jadi pada saat post ini dibuat (31 Januari 2019), Casey mengeluarkan video dimana influencer ini merasa “dimanfaatkan” oleh Burger King lewat kampanye Tweet mereka.

Di awali dengan kalimat: “This is not a commercial.”, Casey Nesitat memaparkan semua kejadian yang telah kita paparkan di atas. Ia merasa dirugikan karena Twitter post nya mendapatkan banyak exposure dan yang diuntungkan hanya pihak Burger King, walaupun pada akhirnya Ia harus menyetujui bahwa kampanye digital marketing yang dilakukan Burger King sangatlah efektif.

Untuk menggantikan “kerugian” yang Ia terima, Casey “menantang” Burger King mau menggantikan semua kerugian dan menyalurkannya lewat sumbangan ke yayasan tertentu.

Untuk menekankan bahwa video ini tidak sama sekali disponsori oleh Burger King, Casey Neistat menutup video dengan adegan dramatis, dimana Ia membuang paket Burger King yang Ia beli kedalam tong sampah! Namun sekali lagi Ia melunak pada adegan behind the scene, dimana Casey pada akhirnya memakan paket Burger King yang Ia buang tadi.

Casey throw away Burger King
Youtube: Casey Neistat

Anti-advertising is The Best Advertising for Gen-Z and Millenials

Generation Z dan Millenials adalah generasi yang minim mengonsumsi iklan-iklan tradisional, bahkan digital ads sulit menggemingkan tingkat engagement mereka (atau kita?) terhadap suatu brand.

Kedua generasi tersebut mendapatkan informasi mereka dari jalur referal, tetapi tentu saja bukan jalur referal yang biasa, melainkan lewat social media. Disinilah tumbuh dengan pesat para influencer yang pada awalnya hanya membagikan pengalaman mereka ke sesama pengguna social media, menjadi industri yang luar biasa besar. Di tahun 2019 ini di proyeksikan, influencer akan menjadi industri bernilai USD 2.38 Miliyar di Amerika Serikat saja. (Sumber: statisca.com).

rawpixel.com

Burger King dan banyak brand lain, melihat media ini sebagai media yang layak di eksploitasi, namun Burger King menjalankannya dengan cara yang tepat.

Burger King has given a breath of fresh air in a really saturated influencer industry.

Banyak brand memperlakukan influencer layaknya traditional advertising channel. Influencer dengan gamblangnya “menjual” produk X di akun social media mereka, tanpa strategi, tanpa komunikasi yang tepat, secara membabi buta. Dalam kesehariannya, seorang influencer bisa “mengiklankan” beberapa produk berbeda yang kadang saling bersaing.

Lama kelamaan akan terjadi kejenuhan pada media ini, dan kampanye Burger King ini bagai secercah harapan akan adanya pembaharuan dan strategi kreatif yang bisa men-justified penggunaan platform yang berkembang dengan pesat ini.

In the end, everybody wins.

Pada akhirnya, Burger King menjawab tantangan Casey dengan Tweet di bawah ini:

Standing ovation untuk “drama” marketing Burger King & Casey Neistat! Ini adalah case study yang sangat tepat untuk membuka tahun 2019 ini. Terima kasih Casey & BK!

Oleh: Tommy Fabianus. Digital Marketing Director Grab Essentials & seoindonesia.co.id . SEO Specialist & Digital Marketing Agency based in Jakarta, Indonesia.

Share this:

Leave a Reply

Please Login to comment
  Subscribe  
Notify of