Co Working Space, Warnet Masa Kini

Co working space hadir sebagai jawaban untuk start up company, freelancers, dan individidu-individu dengan proyek pribadi mereka.

Pertanyaannya: Jawaban untuk apa?

Mereka menggunakan co-working space untuk mencari tempat yang nyaman untuk bekerja, lengkap dengan internet dan snack. Mari kita bandingkan dengan warnet: mereka menyediakan internet, tempat bekerja plus komputernya, lengkap dengan kulkas berisi botol minuman dingin, bahkan Mang Karjo, tukang nasi goreng di depan warnet siap dipanggil ketika perut mulai lapar. Lalu bedanya dimana?

Co-working space sebenarnya hadir bukan sebagai solusi untuk kebutuhan “space” saja, melainkan justru menjadikan “space” ini untuk membentuk komunitas yang dapat saling membantu dan ujungnya berkembang bersama lebih cepat (baca: accelelator), ini teorinya yah….

Dalam prakteknya beberapa co-working space menjadi tidak berbeda dengan warnet tetapi dengan design interior yang jauh lebih menarik dan menjadikan bekerja di co-working space sesuatu yang bergengsi dan layak di post di Instastories mengais likes dan views.

Bukannya berarti co-working space itu negatif, seperti yang gw ungkit sebelumnya, apabila kalian ingin mendapatkan komunitas yang saling mendukung untuk kemajuan bersama, carilah co-working space yang bisa memfasilitasi hal tersebut dengan seminar-seminar dan workshop yang berguna. Dan untuk kalian yang memang sudah memiliki atau sedang membangun personal branding kalian, dengan menulis, membuat blog, youtube dan lain sebagainya, tidaklah elok melakukan meeting dengan klien di warnet kan? Co-working space bisa menjadi jawaban untuk kalian.

Oleh: Tommy Fabianus, Digital Marketing Director Grab Essentials

Share this:

Leave a Reply

Please Login to comment
  Subscribe  
Notify of