Drama Pembuat Game Fortnite , Epic dengan Apple

Drama yang Terjadi Antara Pembuat Game Fortnite, Epic Games dengan Apple

Game online saat ini memang lebih banyak diminati oleh berbagai kalangan dibandingkan game offline. Terlebih lagi saat masa Pandemi ini, yang dimana kita semua telah dianjurkan untuk melakukan social distancing atau menjaga jarak antara sesama yang telah ditetapkan sesuai anjuran Pemerintah saat ini. Game online semakin meningkat peminatnya saat Pandemi ini karena kebanyakan masyarakat masih lebih banyak untuk tinggal di dalam rumah masing-masing daripada melakukan kegiatan diluar rumah. Jadi, game online merupakan salah satu pilihan hiburan terbaik bagi sebagian besar masyarakat saat Pandemi ini.

Salah satu game populer yang banyak diminati masyarakat yaitu buatan dari Epic Games, Fortnite. Game online Fortnite ini memang cukup menjadi salah satu game online populer selain Pubg, akan tetapi baru-baru ini telah dihapus dari aplikasi App Store (iOS). Drama antara pendiri game Fortnite ini yaitu Epic Game dengan Apple saat ini masih berlanjut. Setelah game Fortnite dihapus oleh pihak Apple lantaran diduga bahwa Epic Game melanggar kebijakan perusahaan, yaitu dengan memunculkan opsi pembayaran tambahan dengan munculnya transaksi di dalam game Fortnite tersebut, atau yang disebut in-game-purchase. 

Sebagai tanggapan atas penghapusannya game Fortnite dari App Store, Epic Games membuat sebuah video parodi singkat yang menggambarkan tema Nineteen Eighty-Fortnite, yaitu memperlihatkan iklan ikonik Apple yang memperkenalkan komputer Macintosh pada generasi pertamanya yaitu tahun 1984. Video ini sebenarnya mengarah pada sebuah novel George Orwel dengan judul Nineteen Eighty-four, yang menceritakan dimana pemerintah berlaku sewenang-wenang dan membatasi kebebasan masyarakatnya.

Pada video Apple tersebut, melihatkan seorang pemberontak menghancurkan layar yang menampilkan seorang penguasa yang otoriter berpidato, dan pada akhirnya memberikan pernyataan bahwa pada tahun 1984 tersebut tidak akan terjadi seperti (novel) 1984 karena adanya komputer Macintosh tersebut. Akan tetapi video yang dibuat oleh Epic Games dengan judul yang hampir sama dan menampilkan sosok karakter Fortnite yang menghancurkan layar tersebut untuk memberontak pihak yang cukup berkuasa.  Gambaran tersebut diibaratkan Apple oleh Epic Games, karena dianggap tidak adil dan mengekang para pengembang seperti Epic Games salah satunya.

Pihak Epic Games kini menuntut balik pihak Apple atas tuduhan segala kebijakan perusahaan yang terlalu “mengekang” untuk para pengembang dari aplikasi App Store (iOS) tersebut. Tuntutan pihak Epic Games untuk pihak Apple, telah dilakukan dengan mengirim dokumen ke Pengadilan Distrik untuk wilayah bagian utara negara California, Amerika Serikat (AS).

Awal Mula Tuntutan Epic Games

Epic Games dalam tuntutannya menggugat bahwa pihak Apple menerapkan suatu operasi bisnis yang tidak sehat, yaitu dengan memonopoli transaksi yang ada pada toko aplikasi App Store (iOS). Pihak Epic Games menggugat pihak Apple dengan mengajukan gugatan agar mengakhiri tindakannya yang diduga tidak adil demi mempertahankan kegiatan monopoli yang berjumlah miliaran dolar. Tuntutan Epic Games untuk pihak Apple tersebut yang merupakan gugatan utama yang dilayangkan yaitu mengenai pendistribusian pada aplikasi iOS atau iOS App Distribution Market yang seharusnya hanya “satu pintu” yaitu App Store.

Bagi pihak Epic Games perilaku tersebut membuat keuntungan untuk pihak developer game akan lebih besar karena tidak adanya potongan dari pihak ketiga seperti App Store ataupun Google Play Store. Hal ini dikarenakan bagi para gamer jelas harga atau nilai dari transaksi akan semakin murah. Akan tetapi hal ini dinilai pihak Apple dan juga Google melanggar kebijakan dimana yang mengatur transaksi di platform toko aplikasi mereka. Kebijakan seperti ini memang sudah lumrah untuk platform distribusi ataupun pemasaran aplikasi maupun game pada App Store di Apple, Google Play Store pada Android, maupun Stream.

Telah diketahui bahwa untuk App Store maupun Play store memiliki kebijakan untuk bagi hasil dan komisi untuk setiap transaksi yang terjadi. Rata-rata mereka menarik keuntungan sekitar 30% sementara developer akan mendapatkan hasil atau komisi sebesar 75% nya.

Hal tersebut yang merupakan menjadi sumber pihak Epic Games mengajukan protes besar terhadap pihak platform tersebut, karena pada tahun lalu diketahui bahwa Epic Games sempat menyediakan Fortnite untuk platform Android akan tetapi dengan sistem diunduh dari situs Epic Games secara langsung, tidak seperti yang dilakukan pihak Apple pada App Store (iOS). Akan tetapi, cara ini dinilai oleh pihak Google berbahaya karena file game termasuk mudah untuk disusupi oleh malware atau dibuat aplikasi palsu oleh pelaku kejahatan siber.

0 0 vote
Article Rating
Share this:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x