WeChat Meniru Fitur Instastory?

Essentials.id“Masa depan sosial media dan aplikasi chat yang semakin terintegrasi menghilangkan perbedaan diantara keduanya.”

WeChat mungkin belum familiar di telinga kita, ada yang sudah mencoba, ada yang cuma sekedar tahu saja. Padahal di negara asalnya, China, WeChat merupakan platform chat terbesar dengan pengguna aktif hampir 1.1 miliar per bulan, dan boleh percaya atau tidak, penjualan perangkat mobile phone di China dipengaruhi oleh bisa tidaknya WeChat digunakan di perangkat tersebut, yang menyebabkan penjualan iPhone sedikit terganggu di China.

Beberapa saat lalu, WeChat menelurkan major update mereka setelah 4 tahun tanpa update. Memperkenalkan WeChat versi 7.0 dengan fitur tambahan: streaming video pendek dan juga fitur-fitur lain yang akan kita jelaskan lebih lanjut.

Lalu mengapa kita harus peduli terhadap aplikasi yang hanya terkenal dan dipakai di negara orang lain? Apa relevansinya dengan kita di Indonesia?

China sebagai negara adidaya dengan jumlah penduduk yang sangat besar berhasil melakukan revolusi besar-besaran dari sisi digital, telah lahir dari negara ini beberapa nama besar yang merajai dunia digital seperti “Alibaba” ( Baca juga: Tokopedia dapat hadiah triliunan dari Alibaba) dan “Huawei”. Dengan luasnya market dalam negeri mereka, pengembang aplikasi dapat menjadi sangat besar dengan hanya mengandalkan market mereka sendiri dengan aplikasi-aplikasi yang dimaksimalkan untuk pengguna lokal, namun dalam waktu yang singkat, aplikasi-aplikasi yang sudah matang ini bisa disempurnakan dan disesuaikan dengan market international dan pada akhirnya melakukan disrupsi pasar (contoh nyata yang membanggakan hadir dari aplikasi karya anak bangsa: gojek!). Update besar yang dilakukan oleh WeChat menggambarkan arahan masa depan dari aplikasi-aplikasi chat di seluruh di dunia, dengan update terbaru ini mereka menyadari kebutuhan konsumen dan mereka belajar dari aplikasi-aplikasi yang sudah matang secara international, seperti Instagram. Dan ada baiknya kita sebagai praktisi digital belajar dari hal ini dan melihat peluang di dalamnya.

Jadi apa saja fitur yang “diadaptasi” dari Instagram?
Salah satu fitur penting yang diperkenalkan adalah “time capsule”. Time Capsules merupakan fitur untuk membuat posting video pendek yang hilang dalam jangka waktu 24 jam, familiar dengan fitur ini? 😉
Notifikasi mengenai post ini kemudian akan muncul di group message WeChat.

Fitur lain dalam versi baru ini adalah “Top Stories,” di mana konten yang di share oleh teman-teman kamu akan ditampilkan di feed user. Fitur ini juga menggunakan alogaritme dimana user akan mendapatkan post-post lain yang dimilar atau disukai oleh user. Fitur yang terakhir ini mirip dengan aplikasi berita ByteDance, Jinritoutiao. (baca juga: Sosial media menjadi sumber berita)

Basis pengguna aktif WeChat tumbuh dari 500 juta menjadi 1,08 miliar dalam empat tahun sejak versi 6.0 dirilis, dan masih terus berkembang. Saat ini WeChat mengahadapi tantangan yang besar dari negeri sendiri, ByteDance, perusahaan yang menelurkan aplikasi TikTok (yang masih kecil user base nya di Indonesia dan sempat dicekal, namun menjadi raja dinegara asalnya.

Dengan melihat update-update yang dilakukan banyak aplikasi chat dan sosial media, kita bisa meraba-raba kira-kira seperti apa masa depan aplikasi ini di 2019. Chat dan sosial media akan terintegrasi dalam satu sistem aplikasi yang sulit dibedakan lagi satu sama lain.

Apakah fitur yang harus dimiliki sosial media / chat di 2019:

  1. Chat
  2. Top News
  3. Suggested posts/news
  4. Image posting and feed
  5. Short Video
  6. Stories
  7. Augmented Reality (baca: sticker wajah unyu)

Kita sebagai praktisi digital harus cerdas menanggapi hal ini dan segera menyesuaikan strategi kita untuk 2019. Selamat tahun baru dan selamat menciptakan kampanye strategi yang sukses di tahun ini!

Oleh: Tommy Fabianus. Digital Marketing Director Grab Essentials!

Share this:

Leave a Reply