Whatsapp sekarang tidak bisa untuk sebar hoax?

Essentials.id – Kemajuan teknologi yang kita miliki saat ini merupakan revolusi yang membantu umat manusia mengalami percepatan dalam mengkonsumsi dan membagikan informasi terutama lewat sosial media dan aplikasi chat. Walaupun banyak sisi positif dari hal tersebut namun ternyata banyak pula sisi negatif yang dihasilkan oleh revolusi informasi tersebut. Salah satunya adalah HOAX!

Facebook & Whatsapp Menjadi Pusat Sorotan

Saat ini yang mengalami banyak sorotan adalah Facebook & Whatsapp (yang merupakan anak perusahaan Facebook). Sebagai social media dan aplikasi chat yang memiliki user terbanyak saat ini, paling tidak di Asia tenggara dan Asia Selatan, banyak netizen yang menyalahgunakan kedua platform ini untuk menyebarkan informasi yang tidak benar dan menggiring opini masyarakat dengan informasi yang dirancang untuk menjatuhkan lawan politik misalnya. Dan sayangnya banyak netizen yang mengkonsumsi informasi dari sosial media seakan-akan itu adalah satu-satunya sumber informasi yang paling tepat. (baca juga: Sosial media sekarang menjadi sumber berita menggantikan channel berita tradisional)

Kekerasan Akibat Pesan Berantai Meningkat Signifikan

Setelah Facebook mengalami banyak kecaman dengan terbongkarnya agency khusus yang memanfaatkan kebocoran data Facebook (baca juga: Data Facebook Bocor lagi?) dan alogaritme Facebook untuk menggiring opini masyarakat untuk agenda-agenda politik klien mereka (Cambridge Analytica), Facebook banyak melakukan banyak perubahan untuk terus memperbaiki sistem mereka. Dari sisi Whatsapp, kecaman juga banyak terjadi setelah terjadi banyak kasus individu-individu yang diperkusi dan bahkan dibunuh setelah tersebar hoax yang di forward oleh individu-individu yang tidak bertanggung jawab via platform chat ini. Kasus yang menonjol adalah dibunuhnya 2 pria oleh 50 orang lebih di Balaghat, Madhya Pradesh, India, akibat pesan berantai Whatsapp yang menyatakan bahwa kedua orang ini adalah pelaku penculikan dan pencurian organ. Kemudian baru-baru ini terjadi pembakaran 2 orang hingga tewas oleh massa di Mexico akibat hoax yang menyebar di Whatsapp. (Source: BBC News).

Pemerintah Indonesia berusaha memerangi hal-hal tersebut di atas dengan mencetuskan undang-undang IITE no 11 tahun 2008, namun tanpa bantuan dari penyedia layanan alias Facebook & Whatsapp Undang-undang ini menjadi kurang efektif.

Langkah Whatsapp untuk Mengurangi Hoax

Namun kali ini Whatsapp mengambil langkah besar yang akan membantu mengurangi penyebaran hoax. Dengan mengurangi jumlah pesan berantai dan membatasinya hingga hanya 5 kali saja, jumlah penyebaran hoax diharapkan bisa menurun dengan drastis. Di uji coba mulai 2 bulan lalu, fitur ini telah aktif dari 22 Januari 2019 lalu. Diharapkan dengan aktifnya fitur ini bisa cukup mengurangi suhu politik Indonesia yang sedang memanas di tahun pemilu ini.
VP Public Policy & Communication WhatsApp Victoria Grad, mengatakan bahwa fitur ini sedang didiskusikan untuk diterapkan di 5 negara lain selain Indonesia.

Semoga saja regulasi-regulasi baru terus bergulir dengan kecepatan yang sama dengan bergulirnya aplikasi-aplikasi baru dengan fitur-fitur yang terus berkembang dari aplikasi-aplikasi yang sudah ada.

Oleh: Tommy Fabianus. Digital Marketing Director Grab Essentials, Digital Marketing Agency & SEO Specialist.

Share this:

1
Leave a Reply

Please Login to comment
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback
Mengapa Pemerintah Jepang Hack Rakyat Mereka Sendiri? - Essentials!

[…] Apakah pemerintah Indonesia perlu melakukan hal sejauh ini? Apalagi sebentar lagi pemilu akan tiba. Regulasi-regulasi baru perlu diciptakan dengan cepat, sejajar dengan perkembangan teknologi informasi sangat cepat bertransformasi. (baca juga: Whatsapp sekarang tidak bisa untuk sebar hoax!) […]