Cara Membuat Content Brief & Outline dengan AI untuk SEO

Untuk membuat artikel yang berkualitas, Anda tidak cukup hanya menentukan judul lalu langsung menulis. Sebaiknya, lakukan perencanaan terlebih dahulu agar pembahasan lebih terarah dan benar-benar menjawab kebutuhan pembaca.
Dua bagian penting dalam proses tersebut adalah brief konten dan outline.
Content brief merupakan panduan yang berisi informasi mengenai tujuan konten, target pembaca, topik, keyword, sudut pembahasan, serta hal-hal penting yang perlu dimasukkan dalam artikel.
Sementara itu, outline merupakan kerangka atau susunan pembahasan yang akan digunakan dalam artikel. Outline biasanya terdiri dari judul utama dan beberapa bagian pembahasan yang disusun secara berurutan.
Sekarang, AI bisa membantu membuat content brief dan outline dengan lebih cepat. AI dapat mengembangkan topik, menemukan pertanyaan pembaca, menyusun struktur pembahasan, dan memberikan alternatif judul serta subjudul.
Namun, hasil dari AI sebaiknya tidak langsung digunakan. Penulis tetap perlu memeriksa apakah brief dan outline sudah sesuai dengan tujuan bisnis, pengalaman pembaca, dan informasi yang benar.
Dengan cara ini, AI bukanlah pengganti penulis, melainkan alat bantu yang mempercepat proses perencanaan.
Apa Itu Content Brief?
Content brief adalah dokumen singkat yang menjadi pedoman sebelum sebuah konten dibuat.
Sederhananya, content brief menjawab pertanyaan:
“Artikel ini dibuat untuk siapa, membahas apa, dan apa yang harus dicapai?”
Isi brief konten dapat berbeda sesuai kebutuhan. Namun, secara umum dapat mencakup:
- topik utama;
- tujuan artikel;
- target pembaca;
- keyword utama;
- keyword pendukung;
- pertanyaan pembaca;
- sudut pembahasan;
- Informasi penting yang perlu dijelaskan;
- gaya bahasa;
- ajakan bertindak atau CTA;
- sumber yang perlu digunakan.
Content brief sangat berguna saat konten dikerjakan oleh beberapa orang. Penulis, editor, dan pemilik bisnis bisa memiliki pemahaman yang sama sebelum mulai menulis.
Apa Itu Outline Artikel?
Content brief adalah dokumen singkat yang menjadi pedoman sebelum sebuah konten dibuat.
Sederhananya, content brief menjawab pertanyaan:
“Artikel ini dibuat untuk siapa, membahas apa, dan apa yang harus dicapai?”
Isi brief konten dapat berbeda sesuai kebutuhan. Namun, secara umum dapat mencakup:
- topik utama;
- tujuan artikel;
- target pembaca;
- keyword utama;
- keyword pendukung;
- pertanyaan pembaca;
- sudut pembahasan;
- Informasi penting yang perlu dijelaskan;
- gaya bahasa;
- ajakan bertindak atau CTA;
- sumber yang perlu digunakan.
Content brief sangat berguna saat konten dikerjakan oleh beberapa orang. Penulis, editor, dan pemilik bisnis bisa memiliki pemahaman yang sama sebelum mulai menulis.
Apa Itu Outline Artikel?
Outline adalah kerangka yang menunjukkan bagaimana sebuah artikel akan disusun.
Contohnya, jika topiknya adalah “Cara Memilih Laptop untuk Mahasiswa”, outline dapat terdiri dari:
Cara Memilih Laptop untuk Mahasiswa
Apa yang perlu diperhatikan?
Sesuaikan dengan Kebutuhan Kuliah
Perhatikan Daya Tahan Baterai
Pertimbangkan Ukuran dan Berat
Kesalahan yang Perlu Dihindari
FAQ
Dengan outline, penulis tidak perlu lagi menentukan arah artikel saat menulis.
Outline juga membantu mencegah pembahasan yang berulang atau keluar dari topik.
Mengapa AI Dapat Membantu Membuat Brief Konten dan Outline?
Membuat brief dan outline secara manual memerlukan waktu dan pemikiran. AI bisa mempercepat proses awal dengan membantu mengembangkan ide.
AI membantu mengembangkan topik
Satu topik dapat memiliki banyak sudut pandang.
Misalnya topik “perawatan mobil” dapat dikembangkan menjadi:
- perawatan mesin;
- perawatan ban;
- perawatan aki;
- jadwal servis;
- kesalahan dalam merawat mobil;
- tanda mobil perlu diperiksa.
AI bisa membantu menemukan berbagai kemungkinan pembahasan, sehingga penulis punya lebih banyak bahan untuk dipertimbangkan.
AI membantu menemukan pertanyaan pembaca
Pembaca biasanya datang dengan kebutuhan tertentu.
Misalnya ketika mencari informasi tentang laptop, mereka mungkin bertanya:
- Laptop seperti apa yang cocok untuk mahasiswa?
- Berapa RAM yang dibutuhkan?
- Apakah laptop ringan lebih baik?
- Bagaimana memilih laptop sesuai anggaran?
Pertanyaan tersebut dapat menjadi dasar penyusunan bagian artikel.
AI mempercepat pembuatan struktur
Setelah tujuan dan pembaca ditentukan, AI dapat membantu menyusun urutan pembahasan dari awal hingga akhir.
Namun, struktur dari AI tetap perlu diperiksa agar alurnya masuk akal dan sesuai dengan tujuan konten.
Cara Membuat Content Brief dengan AI
1. Tentukan tujuan konten
Sebelum membuka AI, tentukan tujuan artikel.
Apakah artikel dibuat untuk:
- memberikan informasi;
- menjawab pertanyaan pelanggan;
- memperkenalkan produk;
- mendatangkan pengunjung ke website;
- membangun kepercayaan;
- Mengarahkan pembaca ke layanan tertentu?
Tujuan ini akan memengaruhi seluruh isi content brief.
Contohnya, artikel untuk memberikan informasi tentu berbeda dengan artikel yang bertujuan membantu calon pelanggan memahami layanan tersebut.
Contoh
Topik: Cara Membuat Website untuk UMKM
Tujuan: Membantu pemilik UMKM memahami langkah dasar membuat website serta pentingnya website bagi bisnis.
Jika tujuannya sudah jelas, AI bisa membuat brief yang lebih terarah.
2. Tentukan target pembaca
Jangan hanya mengatakan kepada AI bahwa pembacanya adalah “pengguna internet”.
Target harus dibuat lebih spesifik.
Contohnya:
Target pembaca: pemilik UMKM yang belum memiliki website dan belum memahami dasar-dasar pembuatan website.
Informasi ini membantu menentukan bahasa yang digunakan.
Jika targetnya pemula, hindari penjelasan yang rumit. Istilah yang sulit sebaiknya dijelaskan dengan bahasa sederhana.
3. Masukkan keyword utama
Jika artikel dibuat untuk SEO, tentukan kata kunci utama yang ingin dibahas.
Misalnya:
Keyword utama: cara membuat website untuk UMKM
Setelah itu, Anda bisa meminta AI membantu menemukan topik yang relevan.
Contoh perintah:
“Berdasarkan keyword ‘cara membuat website untuk UMKM’, buatkan daftar pertanyaan yang mungkin ingin dijawab oleh pemilik UMKM pemula.”
Hasil dari AI bisa digunakan sebagai bahan untuk brief konten.
4. Minta AI menemukan kebutuhan pembaca
Ini merupakan salah satu bagian yang sering dilewatkan.
Jangan hanya meminta AI untuk membuat subjudul. Minta AI memahami masalah yang ingin diselesaikan oleh pembaca.
Contoh prompt:
“Saya ingin membuat artikel tentang cara membuat website untuk UMKM. Jelaskan masalah yang kemungkinan sedang dihadapi pembaca, informasi yang mereka cari, dan hasil yang mereka harapkan setelah membaca artikel.”
Jawaban tersebut dapat digunakan untuk menentukan arah artikel.
5. Tentukan informasi yang wajib dibahas
Setelah kebutuhan pembaca diketahui, tentukan informasi yang benar-benar diperlukan.
Untuk topik “cara membuat website untuk UMKM”, misalnya:
- Alasan UMKM membutuhkan website;
- Pilihan cara membuat website;
- Hal yang perlu disiapkan;
- biaya yang perlu dipertimbangkan;
- kesalahan yang perlu dihindari;
- Langkah setelah website selesai dibuat.
Dengan demikian, artikel ini tidak hanya mengejar jumlah kata, tetapi juga memiliki tujuan yang jelas.
6. Minta AI membuat content brief
Setelah informasi dasar tersedia, AI dapat diminta untuk menyatukannya menjadi brief konten.
Contoh prompt:
“Buatkan brief konten untuk artikel berjudul ‘Cara Membuat Website untuk UMKM”. Target pembaca adalah pemilik UMKM pemula. Jelaskan tujuan artikel, kebutuhan pembaca, keyword utama, pertanyaan yang harus dijawab, sudut pembahasan, informasi penting, struktur artikel, serta CTA. Gunakan bahasa formal dan sederhana.”
Hasilnya kemudian diperiksa dan disesuaikan dengan kebutuhan yang sebenarnya.

Cara Membuat Outline dengan AI
Setelah content brief selesai dibuat, langkah berikutnya adalah menyusun outline.
1. Mulai dari pertanyaan utama
Tanyakan:
“Apa yang paling ingin diketahui pembaca?”
Jika jawabannya adalah cara membuat website, pembahasan sebaiknya tidak dimulai dengan informasi yang tidak relevan.
Pastikan pembaca dapat menemukan jawaban utama dengan cepat.
2. Susun pembahasan dari dasar ke lanjutan
Outline yang baik biasanya memiliki alur yang mudah diikuti.
Contohnya:
H2: Apa itu website untuk UMKM?
H2: Mengapa UMKM Membutuhkan Website?
H2: Apa yang Perlu Disiapkan?
H2: Cara Membuat Website
H2: Kesalahan yang Perlu Dihindari
H2: FAQ
Urutan ini membantu pembaca memahami konteks sebelum masuk ke langkah-langkah penerapannya.
3. Gunakan H2 dan H3 sesuai kebutuhan
H2 dapat digunakan untuk pembahasan utama.
H3 digunakan ketika sebuah pembahasan masih perlu dipecah menjadi bagian-bagian yang lebih spesifik.
Contohnya:
Cara Memilih Website untuk UMKM
Website Sederhana
Website Toko Online
Website Perusahaan
Dengan struktur seperti ini, artikel jadi lebih mudah dipahami.
Contoh Content Brief dan Outline dengan AI
Apa Itu Content Plan?
Mengapa Content Plan Penting?
Informasi yang Perlu Disiapkan
Tujuan Konten
Target Pembaca
Topik Konten
Jadwal Publikasi
Cara Membuat Content Plan
Tentukan Tujuan
Kenali Pembaca
Buat Daftar Topik
Tentukan Jadwal
Evaluasi Hasil
Prompt AI untuk Membuat Outline yang Lebih Baik
Berikut beberapa prompt yang dapat digunakan.
Membuat outline dasar
“Buatkan outline artikel dengan topik [topik]. Gunakan struktur H1, H2, dan H3. Susun dari pembahasan paling dasar hingga penerapan.”
Membuat outline untuk pemula
“Buatkan outline artikel tentang [topik] untuk pembaca pemula. Hindari istilah teknis dan susun pembahasan secara bertahap.”
Membuat outline berdasarkan pertanyaan pembaca
“Berdasarkan topik [topik], buatkan outline yang menjawab pertanyaan utama pembaca dari awal hingga akhir.”
Mencari pembahasan yang belum ada
“Periksa outline berikut. Tunjukkan informasi penting yang mungkin belum dibahas dan berikan saran tentang bagian yang perlu ditambahkan.”
Memeriksa alur artikel
“Periksa urutan outline berikut. Apakah alurnya sudah mudah dipahami oleh pemula? Jika belum, susun ulang tanpa menghilangkan informasi penting.”
Jangan Membiarkan AI Menentukan Semua Isi
AI memang dapat membuat brief dan outline dengan cepat, tetapi penulis tetap perlu membuat keputusan.
Ada beberapa hal yang sebaiknya tidak sepenuhnya diserahkan kepada AI.
Pengalaman nyata
Jika bisnis memiliki pengalaman langsung, masukkan pengalaman tersebut.
Contohnya:
- hasil penggunaan produk;
- pengalaman menangani pelanggan;
- Kesalahan yang pernah terjadi;
- proses kerja yang benar-benar dilakukan;
- Contoh kasus nyata.
Informasi tersebut membuat konten lebih bernilai karena tidak hanya berisi informasi umum.
Data internal
Jika memiliki data penjualan, pertanyaan pelanggan, hasil survei, atau pengalaman tim, gunakan data tersebut sebagai bahan.
AI tidak mengetahui data internal bisnis, kecuali jika data tersebut diberikan.
Pendapat ahli
Untuk topik tertentu, pendapat orang yang benar-benar memahami bidang tersebut dapat memberikan nilai tambah.
AI dapat membantu merapikan informasi, tetapi sumber keahlian tetap penting.
Cara Memeriksa Content Brief dari AI
Sebelum diberikan kepada penulis, periksa kembali brief dengan beberapa pertanyaan.
Apakah target pembaca sudah jelas?
Jika target terlalu umum, brief perlu diperbaiki.
Apakah tujuan artikel jelas?
Penulis harus mengetahui alasan artikel tersebut dibuat.
Apakah semua pembahasan relevan?
Hapus bagian yang tidak membantu pembaca mencapai tujuan.
Apakah ada informasi yang berasal dari pengalaman nyata?
Tambahkan jika tersedia.
Apakah CTA sesuai?
CTA harus relevan dengan kebutuhan pembaca, bukan sekadar untuk mempromosikan.
Cara Memeriksa Outline dari AI
Outline dapat diperiksa menggunakan pertanyaan sederhana:
- Apakah pembahasan dimulai dari kebutuhan utama pembaca?
- Apakah setiap bagian memiliki fungsi yang jelas?
- Apakah ada subjudul yang membahas hal yang sama?
- Apakah ada bagian penting yang belum dimasukkan?
- Apakah urutannya mudah dipahami?
- Apakah artikel memiliki kesimpulan?
- Apakah CTA muncul di tempat yang tepat?
Jika belum, perbaiki outline sebelum mulai menulis artikel.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Content Brief dengan AI
Meminta AI membuat brief tanpa memberikan konteks
Perintah seperti “buatkan content brief tentang SEO” terlalu luas.
Berikan informasi mengenai target pembaca, tujuan, topik, serta kebutuhan bisnis.
Menggunakan outline AI tanpa pemeriksaan
Outline yang terlihat rapi belum tentu sesuai dengan kebutuhan pembaca.
Selalu lakukan pemeriksaan secara manual.
Terlalu banyak subjudul
Banyak subjudul tidak secara otomatis membuat artikel lebih baik.
Gunakan subjudul jika memang membantu pembaca memahami informasi.
Mengejar jumlah kata
Artikel 2.000 kata tidak otomatis lebih baik daripada artikel 1.000 kata.
Yang lebih penting adalah apakah informasi yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan pembaca.
Bagaimana AI mendukung E-E-A-T dalam brief konten?
E-E-A-T menekankan pengalaman, keahlian, kewenangan, dan kredibilitas.
AI dapat membantu tahap perencanaan, tetapi unsur tersebut perlu dibangun melalui konten.
Pengalaman dapat ditunjukkan melalui pengalaman langsung dan contoh nyata.
Keahlian dapat diperkuat dengan penjelasan yang akurat dan relevan.
Kewenangan dapat didukung dengan sumber dan narasumber yang relevan.
Kepercayaan dapat dibangun dengan informasi yang transparan, tidak berlebihan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Karena itu, prompt AI sebaiknya tidak hanya meminta “artikel SEO”, tetapi juga meminta struktur yang memberi ruang bagi pengalaman, sumber, data, dan contoh nyata.
FAQ Cara Membuat Content Brief dan Outline dengan AI
Apakah AI bisa membuat brief konten?
Ya. AI dapat membantu membuat draft content brief berdasarkan topik, target pembaca, tujuan, keyword, serta informasi lain yang diberikan.
Apakah brief konten dari AI bisa langsung digunakan?
Sebaiknya tidak. Periksa kembali apakah brief sesuai dengan tujuan bisnis, pembaca, data, dan pengalaman nyata yang tersedia.
Apa perbedaan content brief dan outline?
Content brief merupakan panduan yang menjelaskan arah dan kebutuhan sebuah konten. Outline merupakan kerangka yang menunjukkan urutan pembahasan dalam artikel.
Apakah AI bisa membuat struktur H1, H2, dan H3?
Bisa. AI dapat membantu menyusun struktur heading berdasarkan topik dan kebutuhan pembaca. Namun, struktur tersebut tetap perlu diperiksa agar tidak berulang atau terlalu panjang.
Apakah brief konten hanya diperlukan untuk perusahaan besar?
Tidak. Content brief juga bermanfaat bagi blogger, pemilik UMKM, freelancer, dan penulis yang bekerja mandiri.
Apakah membuat outline dengan AI membuat penulis tidak diperlukan?
Tidak. AI membantu mempercepat proses perencanaan, sedangkan penulis tetap diperlukan untuk memastikan informasi akurat, relevan, memiliki konteks, dan memiliki nilai pengalaman.
Cara membuat content brief dan outline dengan AI dapat dimulai dengan menentukan tujuan konten, mengenali target pembaca, menentukan topik dan keyword, mencari kebutuhan pembaca, lalu meminta AI membantu menyusun brief dan struktur artikel.
Namun, hasil AI sebaiknya diperlakukan sebagai draf, bukan keputusan akhir.
Penulis tetap perlu memeriksa informasi, menambahkan pengalaman nyata, menggunakan sumber yang relevan, dan memastikan setiap bagian benar-benar membantu pembaca.
Content brief yang baik memberikan arahan. Outline yang baik memberikan alur. Sementara itu, pengalaman dan pengetahuan manusia memberikan nilai yang membuat konten lebih dipercaya.
Dengan menggabungkan ketiganya, AI dapat membantu mempercepat proses produksi konten tanpa mengurangi kualitas maupun karakter manusia.
Ingin belajar SEO lebih lengkap?
Membuat content brief dan outline merupakan salah satu bagian dari proses SEO. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, penting untuk memahami bagaimana riset keyword, pembuatan konten, optimasi halaman, dan strategi SEO saling berkaitan.
Jika ingin belajar SEO secara lebih terarah dan praktis, Anda dapat mengikuti kelas dari Essentials The Agency. Platform pembelajaran ini berfokus pada digital marketing dan SEO, dengan materi yang dirancang agar dapat langsung diterapkan untuk kebutuhan bisnis. Essentials The Agency juga menyebutkan bahwa materi kelasnya dikembangkan berdasarkan pengalaman praktisi di industri.
Pelajari kelas SEO di Essentials The Agency:
Kelas SEO Essentials The Agency
Belajar SEO tidak harus dimulai dari hal yang rumit. Mulailah dari dasar yang paling dibutuhkan, praktikkan secara bertahap, lalu kembangkan kemampuan sesuai kebutuhan website atau bisnis Anda.


