Riset keyword merupakan salah satu tahap penting sebelum membuat konten untuk mesin pencari. Dengan melakukan riset keyword, penulis dapat mengetahui kata atau kalimat yang digunakan orang ketika mencari informasi di internet.
Dahulu, riset keyword sering dilakukan secara manual dengan membuka mesin pencari, melihat pertanyaan pengguna, mencatat berbagai ide, lalu membandingkannya satu per satu. Saat ini, kecerdasan buatan atau AI dapat membantu mempercepat proses tersebut.
AI dapat digunakan untuk menemukan ide keyword, membuat variasi pencarian, menemukan pertanyaan yang berkaitan dengan sebuah topik, serta mengelompokkan keyword berdasarkan kebutuhan pengguna.
Namun, AI tidak seharusnya menjadi satu-satunya sumber dalam riset keyword. Hasil yang diberikan tetap perlu diperiksa menggunakan data pencarian dan hasil pencarian yang sebenarnya.
Dengan menggabungkan AI, data, dan pengalaman manusia, proses riset keyword dapat menjadi lebih terarah dan menghasilkan dasar konten yang lebih kuat.
Apa Itu Riset Keyword dengan AI?
Riset keyword dengan AI adalah proses mencari dan mengembangkan ide kata kunci menggunakan bantuan kecerdasan buatan.
Sebagai contoh, Anda ingin membuat konten tentang “perawatan mobil”. Anda dapat meminta AI memberikan berbagai ide keyword yang berkaitan dengan topik tersebut.
AI mungkin memberikan ide seperti:
- cara merawat mobil;
- jadwal perawatan mobil;
- cara merawat mesin mobil;
- tanda mobil perlu diservis;
- cara merawat aki mobil;
- kapan harus mengganti oli mobil;
- cara merawat ban mobil.
Daftar tersebut dapat digunakan sebagai bahan awal. Namun, bukan berarti seluruh keyword harus langsung digunakan dalam artikel.
Setiap keyword perlu diperiksa untuk mengetahui apakah benar-benar sesuai dengan kebutuhan pembaca dan tujuan konten.
Mengapa Menggunakan AI untuk Riset Keyword?
Penggunaan AI dalam riset keyword memiliki manfaat utama berupa penghematan waktu dan perluasan ide.
Mempercepat pencarian ide
AI dapat menghasilkan banyak kemungkinan keyword berdasarkan satu topik.
Jika dilakukan secara manual, proses tersebut dapat membutuhkan waktu lebih lama karena penulis harus mencari dan mencatat ide dari berbagai sumber.
Menemukan pertanyaan pengguna
Orang sering mencari informasi dalam bentuk pertanyaan.
Misalnya:
- bagaimana cara merawat mobil?
- kapan oli mobil harus diganti?
- mengapa aki mobil cepat habis?
- bagaimana mengetahui ban harus diganti?
AI dapat membantu membuat daftar pertanyaan seperti ini sehingga penulis tidak hanya berfokus pada keyword pendek.
Menemukan sudut pembahasan yang berbeda
Satu topik dapat dibahas dari berbagai sudut.
Contohnya, topik “tanaman hias” dapat dikembangkan menjadi:
- tanaman hias untuk pemula;
- cara merawat tanaman hias;
- tanaman hias untuk ruangan;
- penyebab daun tanaman menguning;
- cara memilih media tanam;
- kesalahan dalam merawat tanaman.
Hal tersebut membantu penulis menemukan peluang konten yang mungkin belum terpikirkan sebelumnya.
Cara Melakukan Riset Keyword dengan AI
1. Tentukan topik utama
Sebelum menggunakan AI, tentukan terlebih dahulu topik yang ingin dibahas.
Topik dapat berasal dari produk, layanan, keahlian, atau masalah yang sering ditanyakan pelanggan.
Misalnya sebuah bisnis menjual perlengkapan kopi.
Topik awal yang dapat dipilih adalah:
“alat kopi untuk pemula”
Jangan langsung meminta AI membuat ratusan keyword. Tentukan dahulu ruang pembahasan agar hasil yang diberikan tetap relevan.
2. Minta AI membuat daftar keyword
Setelah memiliki topik, masukkan perintah yang jelas kepada AI.
Contohnya:
“Buatkan 30 ide keyword yang berkaitan dengan alat kopi untuk pemula. Gunakan bahasa yang sederhana dan kelompokkan berdasarkan kebutuhan pengguna.”
AI kemudian dapat memberikan beberapa kelompok keyword seperti:
Informasi:
- alat kopi untuk pemula;
- jenis alat seduh kopi;
- cara menggunakan alat kopi.
Perbandingan:
- alat kopi manual dan mesin kopi;
- french press dan pour over;
- mesin kopi otomatis dan manual.
Pembelian:
- harga alat kopi untuk pemula;
- perlengkapan kopi rumahan;
- alat kopi sederhana.
Daftar tersebut menjadi bahan awal untuk riset selanjutnya.
3. Cari variasi dari keyword utama
Jangan hanya menggunakan satu bentuk keyword.
Misalnya keyword utama adalah:
“cara merawat tanaman hias”
AI dapat membantu mencari variasinya:
- tips merawat tanaman hias;
- cara merawat tanaman hias di rumah;
- perawatan tanaman hias untuk pemula;
- bagaimana merawat tanaman hias;
- cara merawat tanaman dalam ruangan.
Variasi tersebut membantu memahami bagaimana sebuah kebutuhan dapat ditulis dengan cara yang berbeda.
4. Minta AI menemukan pertanyaan pengguna
Langkah berikutnya adalah mencari pertanyaan yang berkaitan dengan topik.
Contoh perintah:
“Buatkan 20 pertanyaan yang mungkin dicari orang mengenai perawatan tanaman hias. Gunakan pertanyaan yang sederhana dan sesuai dengan masalah yang sering dialami pemula.”
Hasilnya dapat berupa:
- mengapa daun tanaman hias menguning?
- seberapa sering tanaman harus disiram?
- apakah tanaman hias membutuhkan sinar matahari?
- bagaimana mengetahui tanaman terlalu banyak air?
- tanaman hias apa yang mudah dirawat?
Pertanyaan tersebut dapat digunakan sebagai ide artikel atau bagian dari artikel utama.
5. Kelompokkan Keyword Berdasarkan Kebutuhan
Setelah mendapatkan banyak keyword, jangan langsung membuat satu artikel yang terlalu panjang.
Kelompokkan keyword berdasarkan kebutuhan pembaca.
Sebagai contoh, pada topik “laptop untuk mahasiswa”, kelompoknya dapat berupa:
Informasi
- cara memilih laptop untuk mahasiswa;
- spesifikasi laptop untuk kuliah;
- laptop ringan untuk mahasiswa.
Perbandingan
- laptop A atau laptop B untuk mahasiswa;
- laptop murah atau premium;
- laptop dengan penyimpanan kecil atau besar.
Pembelian
- harga laptop untuk mahasiswa;
- laptop mahasiswa di bawah harga tertentu;
- tempat membeli laptop untuk mahasiswa.
Pengelompokan ini membantu menentukan jenis konten yang sesuai untuk setiap kebutuhan.
6. Minta AI Menjelaskan Tujuan Pencarian
Keyword yang terlihat hampir sama dapat memiliki kebutuhan yang berbeda.
Contohnya:
“cara memilih laptop”
Orang yang mencari keyword tersebut kemungkinan membutuhkan panduan.
Sementara itu:
“harga laptop untuk mahasiswa”
lebih menunjukkan kebutuhan terhadap informasi harga.
AI dapat membantu membedakan kebutuhan tersebut.
Contoh perintah:
“Jelaskan kebutuhan pengguna di balik setiap keyword berikut. Kelompokkan menjadi pencarian informasi, perbandingan, dan pembelian.”
Hasilnya dapat membantu menentukan apakah sebuah keyword lebih cocok digunakan untuk artikel panduan, artikel perbandingan, atau halaman produk.
7. Periksa Keyword dengan Mesin Pencari
Setelah mendapatkan daftar keyword dari AI, lakukan pemeriksaan secara langsung.
Masukkan keyword ke mesin pencari dan perhatikan jenis hasil yang muncul.
Jika hasil pencarian didominasi artikel panduan, kemungkinan topik tersebut membutuhkan penjelasan.
Jika hasilnya banyak berupa halaman produk, pencari mungkin sedang mencari pilihan untuk dibeli.
Jika hasilnya berupa perbandingan, pengguna kemungkinan sedang mempertimbangkan beberapa pilihan.
Pemeriksaan ini penting karena AI dapat memberikan perkiraan, sedangkan hasil pencarian memberikan gambaran mengenai kondisi yang sebenarnya terlihat oleh pengguna.
8. Gunakan Data untuk Memeriksa Keyword
AI dapat membantu mencari ide, tetapi angka pencarian sebaiknya berasal dari alat yang memang menyediakan data tersebut.
Beberapa data yang dapat diperiksa antara lain:
- jumlah pencarian;
- tingkat persaingan;
- keyword yang berkaitan;
- perubahan minat pencarian.
Jangan mencantumkan jumlah pencarian berdasarkan perkiraan AI.
Jika sebuah keyword disebut memiliki jumlah pencarian tertentu, pastikan angka tersebut berasal dari sumber data yang jelas.
9. Pilih Keyword yang Relevan
Keyword yang dipilih sebaiknya tidak hanya memiliki potensi pencarian, tetapi juga sesuai dengan tujuan situs.
Misalnya sebuah perusahaan menyediakan jasa pembuatan website.
Keyword “cara membuat website” mungkin relevan secara umum, tetapi belum tentu menjadi satu-satunya keyword yang perlu diprioritaskan.
Keyword seperti:
- jasa pembuatan website;
- biaya pembuatan website;
- jasa website untuk bisnis;
- pembuatan website perusahaan;
dapat lebih dekat dengan kebutuhan bisnis tersebut.
Karena itu, pertimbangkan hubungan antara keyword, kebutuhan pembaca, dan tujuan situs.
Contoh Riset Keyword dengan AI
Misalnya Anda memiliki toko yang menjual sepatu lari.
Topik awal:
“sepatu lari untuk pemula”
Kemudian berikan perintah kepada AI:
“Buatkan ide keyword yang berkaitan dengan sepatu lari untuk pemula. Kelompokkan berdasarkan informasi, masalah, perbandingan, dan pembelian.”
AI dapat membantu menghasilkan:
Informasi:
- cara memilih sepatu lari;
- sepatu lari untuk pemula;
- ukuran sepatu lari yang tepat.
Masalah:
- kaki sakit setelah memakai sepatu lari;
- sepatu lari cepat rusak;
- cara membersihkan sepatu lari.
Perbandingan:
- sepatu lari ringan dan tebal;
- sepatu lari untuk jarak pendek dan jauh;
- sepatu lari pria dan wanita.
Pembelian:
- harga sepatu lari pemula;
- sepatu lari murah;
- rekomendasi sepatu lari untuk pemula.
Setelah itu, keyword diperiksa melalui mesin pencari dan alat data keyword.
Dari hasil tersebut, Anda dapat menentukan artikel yang akan dibuat, misalnya:
“Cara Memilih Sepatu Lari untuk Pemula”
Artikel tersebut kemudian dapat membahas ukuran, kenyamanan, jenis penggunaan, dan hal lain yang memang dibutuhkan pembaca.
Contoh Prompt AI untuk Riset Keyword
Berikut beberapa prompt yang dapat langsung digunakan.
Untuk menemukan keyword
“Saya ingin membuat konten tentang [topik]. Buatkan 50 ide keyword yang relevan menggunakan bahasa sederhana.”
Untuk menemukan pertanyaan
“Buatkan 30 pertanyaan yang mungkin dicari pengguna tentang [topik]. Kelompokkan berdasarkan kebutuhan pemula, masalah, dan pembelian.”
Untuk mengelompokkan keyword
“Kelompokkan daftar keyword berikut berdasarkan topik dan kebutuhan pengguna. Jangan gabungkan keyword jika kebutuhan pencarinya berbeda.”
Untuk menemukan ide konten
“Berdasarkan keyword berikut, buatkan ide artikel yang dapat menjawab kebutuhan pengguna secara jelas dan praktis.”
Untuk menemukan pembahasan yang belum lengkap
“Sebutkan informasi penting yang sering terlewat ketika membahas [topik]. Berikan contoh agar pembahasan dapat lebih berguna bagi pembaca.”
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Menganggap semua keyword dari AI benar
AI dapat menghasilkan keyword yang terlihat masuk akal tetapi belum tentu benar-benar digunakan oleh banyak orang.
Karena itu, hasil AI perlu diperiksa.
Menggunakan terlalu banyak keyword
Artikel tidak perlu memasukkan semua keyword yang ditemukan.
Terlalu banyak keyword dapat membuat tulisan tidak alami dan sulit dibaca.
Hanya mengejar jumlah pencarian
Keyword dengan jumlah pencarian tinggi belum tentu sesuai dengan tujuan situs.
Relevansi tetap perlu menjadi pertimbangan utama.
Membuat artikel tanpa pengalaman nyata
AI dapat menghasilkan informasi umum. Agar konten lebih bernilai, tambahkan pengalaman, contoh nyata, hasil pengamatan, atau informasi yang berasal dari sumber terpercaya.
Hal tersebut membantu menunjukkan bahwa artikel tidak hanya dibuat berdasarkan perkiraan.
Bagaimana AI Mendukung Konten yang Sesuai E-E-A-T?
E-E-A-T mencakup pengalaman, keahlian, kewenangan, dan kepercayaan.
Dalam riset keyword, AI dapat membantu menemukan pertanyaan dan kebutuhan pengguna. Namun, nilai pengalaman dan kepercayaan tetap perlu dibangun melalui isi konten.
Contohnya, jika membahas produk, Anda dapat menambahkan pengalaman penggunaan yang benar-benar dilakukan.
Jika membahas suatu layanan, berikan contoh proses yang memang pernah dilakukan.
Jika membahas informasi yang membutuhkan ketepatan, gunakan sumber yang dapat dipercaya dan periksa informasi sebelum diterbitkan.
Dengan demikian, AI digunakan sebagai alat bantu, sedangkan kualitas dan keandalan konten tetap menjadi tanggung jawab penulis.
FAQ Cara Melakukan Riset Keyword dengan AI
Apakah AI bisa digunakan untuk riset keyword?
Ya. AI dapat membantu menemukan ide keyword, variasi pencarian, pertanyaan pengguna, dan kelompok topik. Hasilnya tetap perlu diperiksa menggunakan data dan sumber lain.
Apakah keyword dari AI langsung bisa digunakan?
Tidak selalu. Keyword dari AI sebaiknya dianggap sebagai ide awal. Periksa relevansi, kebutuhan pencari, dan data pencarian sebelum menggunakannya.
Apakah AI dapat mengetahui jumlah pencarian sebuah keyword?
Tidak selalu. AI tidak otomatis memiliki data pencarian terbaru. Untuk jumlah pencarian, gunakan alat yang menyediakan data tersebut.
Berapa banyak keyword yang harus digunakan dalam artikel?
Tidak ada jumlah yang wajib. Gunakan keyword utama dan kata-kata terkait secara alami sesuai kebutuhan pembahasan.
Apakah keyword dengan pencarian tinggi selalu lebih baik?
Tidak. Keyword harus sesuai dengan topik, kebutuhan pembaca, dan tujuan situs. Jumlah pencarian hanya salah satu informasi yang dapat dipertimbangkan.
Apakah AI dapat menemukan keyword panjang?
Ya. AI dapat membantu mengembangkan keyword umum menjadi frasa yang lebih spesifik. Namun, hasilnya tetap perlu diperiksa untuk mengetahui apakah frasa tersebut memang digunakan dalam pencarian.
Cara melakukan riset keyword dengan AI dapat dimulai dari menentukan topik utama, mencari ide keyword, menemukan pertanyaan pengguna, mengelompokkan keyword, memahami kebutuhan pencari, kemudian memeriksa hasilnya menggunakan mesin pencari dan data yang tersedia.
AI dapat mempercepat proses menemukan ide, tetapi tidak seharusnya menjadi satu-satunya dasar dalam menentukan keyword.
Riset yang baik menggabungkan AI, data pencarian, pemeriksaan langsung, pengalaman, dan pemahaman terhadap kebutuhan pembaca.
Dengan pendekatan tersebut, keyword yang dipilih tidak hanya memiliki hubungan dengan pencarian, tetapi juga dapat menjadi dasar untuk membuat konten yang informatif, relevan, dan bermanfaat.
Mulai Riset Keyword dengan AI
Mulailah dengan satu topik yang benar-benar berkaitan dengan bisnis atau tujuan konten Anda. Gunakan AI untuk memperluas ide, kemudian periksa setiap hasil menggunakan data yang dapat dipercaya.
Setelah keyword terpilih, kembangkan menjadi konten yang menjawab pertanyaan pembaca secara jelas dan lengkap. Tambahkan pengalaman nyata, contoh, serta sumber yang relevan agar konten memiliki nilai yang lebih kuat.
Dengan proses yang terarah, AI dapat menjadi alat bantu yang efektif untuk mempercepat riset keyword tanpa mengurangi peran manusia dalam memastikan kualitas dan keakuratan informasi.
